Tulis apa yang ingin kau tulis malam ini. Malam ini bisa jadi tulisan pertama dan terakhirmu justru. Tulis, tulis saja. Tak perlu khawatirkan apa yang akan tertulis ini penting atau tidak untuk makhluk lain, untukmu saja dulu. Penuhi keingintahuanmu ketika menggenggam pena dan menghentakkan jemari di atas keyboard. Nikmati saja itu dulu.
Tulisan yang membiarkan pikiran sejenak melayang jauh dari presentasi memuakkan siang ini.
---------------------------------------
Tulisan yang membiarkan pikiran sejenak melayang jauh dari presentasi memuakkan siang ini.
---------------------------------------
Malam ke 4 Rajab 1413 H
akan membicarakan masa tua ...
pemanfaatan usia dan kasih sayang...
semoga akan segera dirampungkan
akan membicarakan masa tua ...
pemanfaatan usia dan kasih sayang...
semoga akan segera dirampungkan
Ini cobaan... baru saja saya memulai tulisan tentang masa SMP saya, sudah selesai dan rampung ceritanya, hanya tinggal pulish and put some picture...
and what happened?
kompi saya nge-hang!!!! *arrrrggghhhhh
Ya sudahlah, mungkin ada baiknya. Ambil saja nilai positifnya, saya dituntut banyak belajar mengetik lagi :)
Bangunan dengan segala kenangan di dalamnya...
Rasanya gak ikut MOS pertama :p
Rasanya jaim di awal semester, sok ekslusive dan hemat omong
Rasanya punya saingan di semua pelajaran -sebut saja dia Dwi Setiawan (ternyata satu sekolah lanjutan juga)
Rasanya punya gebetan cakep, padahal dianya biasa aja, sayanya ngarep :p
Rasanya punya pacar pertama :D
Rasanya disukain sama orang yang saya suka juga
Rasanya jadi murid populer se sekolah
Rasanya ngerasain ngejabat di organisasi gede alias OSIS-waktu itu saya anggap itu besar, karena ya begitulah
Rasanya .....
Rasanya kenal PMR, gara-gara nyasar kelas tadinya mau Pramuka. Tersesat ke PMR soalnya waktu itu kalau gak salah lihat kakak kelas punya karismatik gitu, jadilah terbawa arus menuju ruang eskul PMR. #gubrak
Tapi semakin dijalani penyesalan itu lambat laun hilang....
Andaikan waktu jadi keterima di SMP Negeri 1 Bogor, tentu tidak akan pernah ada kenangan dengan SMP Negeri 1 Ciawi. Belum tentu gabung di OSIS, belum tentu aktif di PMR, belum tentu ketemu dia, belum tentu ngerasain perasaan campur aduk ketika kamu lihat orang yg kamu suka berdua-duaan dengan oranglain di depan kamu dengan cueknya. (Ya iyalah, dia juga ga tahu kamu suka dia)
Belum tentu dapet nilai bagus-bagus... hehe :D
Belum tentu kenal sama RMN.
Belum tentu banyak mozaik akan tercipta berawal dari sini, belum tentu gabung dan ikut-ikutan paduan suara. Dan masihi banyak kejadian yg belum tentu akan terjadi jika semua bukan jalannya saya di sini.
satu kalimat tak terlupa dari Pak Suparman:
"....betapa pun hebatnya kamu nanti di masa mendatang, tetap akan ada laki-laki yang lebihhebat di depan kamu.."
Saya masih belum paham apa maknanya sampai saat ini, mungkin semakin waktu berganti, saya akan dapat jawabannya. Bahkan mungkin saat Pak Suparman sudah lupa dengan kalimat itu, saya masih ingat beliau berkata seperti itu pada saya saat KEMARI.
Saya bersyukur :)
Allah memang mungkin tidak memberikan apa yg kita inginkan di saat kita ingin itu, tapi Allah tahu apa yang kita butuhkan. Baik itu sekarang atau ke depannya. He always Knows...
::malam ini untuk mengenang sedikit rasa yg membuncah ketika mengingat kata Nesaci
and what happened?
kompi saya nge-hang!!!! *arrrrggghhhhh
Ya sudahlah, mungkin ada baiknya. Ambil saja nilai positifnya, saya dituntut banyak belajar mengetik lagi :)
Bangunan dengan segala kenangan di dalamnya...
Rasanya gak ikut MOS pertama :p
Rasanya jaim di awal semester, sok ekslusive dan hemat omong
Rasanya punya saingan di semua pelajaran -sebut saja dia Dwi Setiawan (ternyata satu sekolah lanjutan juga)
Rasanya punya gebetan cakep, padahal dianya biasa aja, sayanya ngarep :p
Rasanya punya pacar pertama :D
Rasanya disukain sama orang yang saya suka juga
Rasanya jadi murid populer se sekolah
Rasanya ngerasain ngejabat di organisasi gede alias OSIS-waktu itu saya anggap itu besar, karena ya begitulah
Rasanya .....
Rasanya kenal PMR, gara-gara nyasar kelas tadinya mau Pramuka. Tersesat ke PMR soalnya waktu itu kalau gak salah lihat kakak kelas punya karismatik gitu, jadilah terbawa arus menuju ruang eskul PMR. #gubrak
Tapi semakin dijalani penyesalan itu lambat laun hilang....
Andaikan waktu jadi keterima di SMP Negeri 1 Bogor, tentu tidak akan pernah ada kenangan dengan SMP Negeri 1 Ciawi. Belum tentu gabung di OSIS, belum tentu aktif di PMR, belum tentu ketemu dia, belum tentu ngerasain perasaan campur aduk ketika kamu lihat orang yg kamu suka berdua-duaan dengan oranglain di depan kamu dengan cueknya. (Ya iyalah, dia juga ga tahu kamu suka dia)
Belum tentu dapet nilai bagus-bagus... hehe :D
Belum tentu kenal sama RMN.
Belum tentu banyak mozaik akan tercipta berawal dari sini, belum tentu gabung dan ikut-ikutan paduan suara. Dan masihi banyak kejadian yg belum tentu akan terjadi jika semua bukan jalannya saya di sini.
satu kalimat tak terlupa dari Pak Suparman:
"....betapa pun hebatnya kamu nanti di masa mendatang, tetap akan ada laki-laki yang lebihhebat di depan kamu.."
Saya masih belum paham apa maknanya sampai saat ini, mungkin semakin waktu berganti, saya akan dapat jawabannya. Bahkan mungkin saat Pak Suparman sudah lupa dengan kalimat itu, saya masih ingat beliau berkata seperti itu pada saya saat KEMARI.
Saya bersyukur :)
Allah memang mungkin tidak memberikan apa yg kita inginkan di saat kita ingin itu, tapi Allah tahu apa yang kita butuhkan. Baik itu sekarang atau ke depannya. He always Knows...
::malam ini untuk mengenang sedikit rasa yg membuncah ketika mengingat kata Nesaci
you and your destiny
itsn't on your hand
not like your mind
Mikail menabur berlian pada bumi...
Aku mendongak mencoba menggapai
Tapi tak perna usaha sampai
Mikail menabur berlian di belahan bumi lain...
Mereka bisa tertawa
Menangkap dengan indah pada lensa
Aku mencari cara
Tapi tetap itu bukan milik aku secara
Mikail menabur berlian pada bumi lagi...
Ini kali aku ada di sini
Aku menikam
Menikmati tiap berlian yg berhasil menempel di tubuhku
Menikmati caranya mainkan hasrat pada jiwaku
Aku dapatkan...
Meski hanya dengan lensa murah
Aku mendongak mencoba menggapai
Tapi tak perna usaha sampai
Mikail menabur berlian di belahan bumi lain...
Mereka bisa tertawa
Menangkap dengan indah pada lensa
Aku mencari cara
Tapi tetap itu bukan milik aku secara
Mikail menabur berlian pada bumi lagi...
Ini kali aku ada di sini
Aku menikam
Menikmati tiap berlian yg berhasil menempel di tubuhku
Menikmati caranya mainkan hasrat pada jiwaku
Aku dapatkan...
Meski hanya dengan lensa murah

