Keresahanku tiada pernah berhenti kukira. Tapi ternyata ada juga beberapa waktu aku tidak melakukan apa-apa hanya sibuk berpikir saja. Merangkai dan mengira apa yang akan terjadi selanjutnya. Khawatir akan berbagai rencana dan persiapannya. Ketika waktu sudah beranjak satu atau dua jam kemudian, aku tersadar aku masih di tempat. Di sini saja.
Menenggelamkan diri ke dalam banyak sekali hal sekaligus ternyata tidak seru. Kukira itu adalah hal hebat. Ternyata membuat energi habis luar dalam. Bahkan untuk diriku sendiri aku tak punya lagi sisanya. Lalu kumulai dengam rutinitas tanpa harus berpikir. Mengikuti tubuhku kemana saja dan apa saja yang ia ingin lakukan. Seperti mengikuti memori gerak tanpa harus kau arahkan. Ternyata ini menarik. Ketika ia lelah, otakku mampu menerima sinyal bahwa aku memang lelah dan mau tidak mau harus berhenti sepenuhnya. Aku mati tapi bukan benar-benar mati. Hanya saja melakukan satu-satu selesai itu, membuat aku lebih punya arti. Ketika aku hidup lagi, hidupku lebih aku hargai.
Kalau aku mau mulai lagi, apa kau siap menemani?
0 komentar