Hari ini ditinggal sekejap untuk memenuhi kebutuhan hadir sebagai keluarga dekat, ketika salah satu kerabat suamiku hajatan. Hanya berdua dengan papa di rumah. Pagi-pagi tadi menyiapkan keberangkatannya dan tidak sempat jalan-jalan pagi seperti kemarin. Lepas dia pergi, papa belum datang. Bukannya bergerak aktif memanfaatkan waktu yang masih pagi, aku malah terlena duduk-duduk dan lama kelamaan ketiduran di kamar.
Huft.
Semakin mendekati hari H bukannya aktif bergerak, malah makin malas. Sadarlah wahai manusia! Katanya mau jadi ibu versi terbaik untuk anaknya, kok ini malah bermalas-malasan.
Papa datang, aku masih di kamar.
Pekerjaan rumah belum disentuh, mandipun belum. Sampai akhirnya tengah hari datang. Baru muncul keinginan untuk bergerak. Tentu saja sekalian masak! Meski kutahu suamiku pulang nanti membawa makanan, tapi aku kan harus memasak untuk papaku. Buahahaha. Maka jadilah prok prok prok. Sayuran dan tempe, terong, kentang balado.
Sedikit rapi-rapi ruang tengah dan dapur lalu voila~ lumayan lah jadinya bergerak.
Lalu lelah lagi.
Lalu rebahan lagi.
Lalu baru mandi sore dan kesegaran menghampiri.
Besok-besok lebih gerak lagi ya, Bu.
Hari pertama melepaskan keseharian bekerja. Tetap ada cicilan penyelesaian tugas tertinggal. Tapi seutuhnya sudah bisa lepas tangan. Ternyata bosan di menjelang sore hari. Lihat ponsel bosan, lihat laptop apa lagi. Ditambah buku-buku sudah masuk kardus untuk dipindahtempatkan. Oh, ternyata begini ya. Apa sebaiknya mulai lagi merapikan perintilan persiapan persalinan?
Yuk mari.
Eh tapi sungguh tidak mood.
--"
Perasaan macam apa ini. Padahal kemarin menantikan hari ini. Duh, dasar manusia satu ini. Inginnya mengunyah saja. Tapi tunggu dulu, ingat timbangan tadi pagi rasanya harus mulai menjaga makanan. Haha aku menggendut. Sekali-kalinya dalam sejarah berat badan aku akhirnya mencapai 60Kg lebih! Sebuah prestasi.
Suamiku sedang marathon menonton series Jepang. Aksi games bunuh-bunuhan. Pas aku bilang aku bosan, dia malah balik tanya, "kamu ga punya series korea yg mau ditonton?"
--"
ck. hahaha ya justru... aku teh lagi bosan.
Tapi kalau mau uwel-uwel juga sedang tidak mood. Ah. Kamu lalu maunya apa?
*bertanya kepada diri sendiri
**si adik bayi sedang menendan-nendang. mari kita bercerita saja ya, Nak. Barangkali nanti tulisan ini jadi hiburan kita berdua di kemudian hari hihi
mengingat pencapaian yang sudah-sudah memang terkadang lebih mengasyikkan ya. merasa diri sudah mencapai banyak hal dan melewati segala hal.
Satu tahun bersama. Terselip duka itupun bukan karena kita. Perihal ditinggal mama. Kami saling menguatkan, kali itu pertama kali aku melihat dia menangis tergugu. Sama denganku. Kepala kami mengadu. Berdiam dalam tangis yang pilu. Barangkali jika saat itu kami belum bersama, aku meluapkan segala entah kepada apa dan siapa. Ingatkah aku pada-Nya?
Satu tahun bersama. Agustus 2021. Ternyata minim detail aku bercerita. Tidak seperti biasa di momen sebelumnya. Seperti kami punya hidup lebih layak untuk dicermati dan dinikmati langsung ketimbang menuliskannya dalam diari atau buku cerita. Tidak terhitung sukanya. Puji syukur sekali pada-Nya.
...dan semoga untuk sebuah pengantar yang tidak panjang lebar ini, kami selalu terjaga keutuhan dan kebahagiannya :) meski tidak selamanya di dunia tapi semoga kami juga bersama di masa depan nanti di hadapan-Nya.

