Kurasa akhirnya aku tahu.
Kamu.
Seorang tamu yg mengetuk pintu.
Masuk dan tinggal sementara waktu.
Tapi kamu tetaplah seorang tamu.
Kamu bisa pakai semua ruangan di rumahku.
Tamu terhormatku.
Jangan lupa mampir lagi kalau kau butuh aku.
Aku mungkin masih bisa mengulurkan tanganku.
I thought that you are my destiny.
But, not.
I thought that we could be forever.
But, not.
Destiny is far far away.
Forever is saying goodbye.
Mencintaiku tidak mudah bukan?
Kau seperti ditarik dan diulur entah sampai kapan.
Mencintaiku apa mungkin melelahkan?
Membuatmu terus berlari mengejar entah sampai kapan.
"lepaskan, maka yg lebih baik akan datang"
Kamu bisa bukan?
Atau tetap kukuh dengan sebuah pendirian.
Akulah yang kamu nantikan.
Akulah yang kamu yakini sebagai tempat pemberhentian sebuah pencarian.
maka saranku,
bertahanlah.
Mengeja
Menghapus
Mengeja lagi
Kembali menghapus
Begitu seterusnya tanpa jeda
Berapa lama
Entah, sudah kali keberapa
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Menggantung di langit lidah
Kata tertahan kemudian tertelan
Apa saja yg perlu kita ingat
Apa saja yang perlu kita buang
.
.
Meraba cermin
Hanya ada kamu di sana
Atau aku sesekali melongok dari balik punggung
Menyamarkan rupa dalam cahaya
Atau ikut bersama bayang dalam jelaga
Dan kemudian pergi kemana
.
.
.
Jangan tanya aku dengan hal-hal yang tidak kutahu jawabannya
Oh!
Atau mungkin aku hanya butuh waktu lebih banyak
Lalu semua akan terjawab
.
Sayang, waktu tidak memberi jeda untuk kita rehat barang sejenak.
Kamu lalai,
bersiaplah ucapkan good bye
Menghapus
Mengeja lagi
Kembali menghapus
Begitu seterusnya tanpa jeda
Berapa lama
Entah, sudah kali keberapa
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Menggantung di langit lidah
Kata tertahan kemudian tertelan
Apa saja yg perlu kita ingat
Apa saja yang perlu kita buang
.
.
Meraba cermin
Hanya ada kamu di sana
Atau aku sesekali melongok dari balik punggung
Menyamarkan rupa dalam cahaya
Atau ikut bersama bayang dalam jelaga
Dan kemudian pergi kemana
.
.
.
Jangan tanya aku dengan hal-hal yang tidak kutahu jawabannya
Oh!
Atau mungkin aku hanya butuh waktu lebih banyak
Lalu semua akan terjawab
.
Sayang, waktu tidak memberi jeda untuk kita rehat barang sejenak.
Kamu lalai,
bersiaplah ucapkan good bye
Jakarta,
Tempat aku bangun dan tidur seringkali di luar rencana
Di sini hujan,
dan jangan menggodaku.
Karena tanpa kau goda, aku sudah selalu
memikirkanmu.
Ingin tiba-tiba di sebelahmu.
Mendekapmu dengan erat.
Menikmati sebuah sore dengan dua cangkir teh hangat.
Dan tentu saja dengan sebuah pelukan dan
senyuman yang melekat.
Sealbum Norah Jones
Sebotol besar air putih--sudah kosong
Setumpuk berkas berantakan
Setumpuk baju siap setrika
Sekumpulan kotak makan kosong di meja
Segitunya aku inget kamu tapi kamu gak ada
Pendingin ruangan
Langit kelam
Minggu dini hari yang beda
Tidak ada mimpi
Tidak ada yang perlu aku cari-cari
4:18 am
and I'm still awake
since yesterday
Sebotol besar air putih--sudah kosong
Setumpuk berkas berantakan
Setumpuk baju siap setrika
Sekumpulan kotak makan kosong di meja
Segitunya aku inget kamu tapi kamu gak ada
Pendingin ruangan
Langit kelam
Minggu dini hari yang beda
Tidak ada mimpi
Tidak ada yang perlu aku cari-cari
4:18 am
and I'm still awake
since yesterday





